Jangan minta kepada Tuhan apa yang menurut Anda baik, tetapi mintalah kepada-Nya apa yang menurut Dia baik bagi Anda.

HORAS

HORAS

Friday, 4 April 2014

Pengaturan Waktu Atau Partingkian Orang Batak

Pengaturan Waktu Atau Partingkian Orang Batak
Horas Sahabat Batak sekarang kita akan membahas tentang partingkian atau Waktu pada Batak Toba
Pembagian Waktu Menurut Konsep Budaya Batak
 Perhitungan Waktu Dalam Satu Hari Satu Malam
Nenek moyang orang batak toba tidak mengenal pembagian waktu berdasarkan jam waktu, jadi jam dan waktu pada orang batak toba hanya diperkirahkan menurut  letak mataniari setempat. Letak Matahari setiap saat berbeda-beda, disebut dengan nama Ombas yakni waktu yang pendek. Nama nama Waktu Ombas Sebagai berikut :
  1. 1)     Binsar Ni Mataniari (pukul 06.00)
    2)     Pangului (pukul 07.00 )
    3)     Tarbahta (pukul 08.00)
    4)     Tarbakta (pukul 09.00)
    5)     Sagang (pukul 10.00)
    6)     Humaras hos (pukul 11.00)
    7)     Hos ari (pukul 12.00)
    8)     Guling (pukul 13.00)
    9)     Guling dao (pukul 14.00)
    10)Dua gala (pukul 15.00)
    11)Sagala (pukul 16.00)
    12)Bot ari (pukul 17.00)
    13)Sundut mata ni ari (pukul 18.00)
    14)Sarmon (pukul 19.00)
    15)Hatiha mangan (pukul 20.00)
    16)Tungkaphudon (pukul 21.00)
    17)Sanpinodom (pukul 22.00 )
    18)Sanpinodom na bagas (pukul 23.00 )
    19)Tongaborngin (pukul 24.00)
    20)Haroro Ni Panangko (pukul 01.00)
    21)Tahuak manuk sahali (pukul 02.00)
    22)Tahuak manuk paduahon (pukul 03.00)
    23)Buha-buha ijuk (pukul 04.00)
    24)Torang ni ari (pukul 05.00)
Perhitungan waktu dalam satu bulan dan satu tahun…
                Menurut pemahaman orang batak terdahulu, permulaan masa berdasarkan kepada mitologi tentang pohon Ara sundung dilangit, dalam satu hari, yaitu Hatiha silima –lima bahwa hau Ara Sundung dilangit terdiri dari : Batang Pohon, Dahan dan ranting serta Buah. Secara mitologi struktur pohon Hau Ara Sundung dilangit tersebut mengandung makna simbolis tentang pembagian masa/waktu yaitu :
1.      Cabang pohon dianggap sebagai permulaan dalam satu tahun.
2.      Cabang (dahan) Pohon terdiri dari 8 cabang, sebagai permulaan tentang penentuan delapan penjuru dunia, disebut Desa na Ualu yakni :
1.      Purba (Timur)
2.      Anggoni (Tenggara)
3.      Dangsina (Selatan)
4.      Nariti (Barat Daya)
5.      Pastima (Barat)
6.      Manabia (Barat Laut)
7.      Utara (Utara)
8.      Irisanna ( Timur Laut )
      Ranting  Pohon terdiri dari 30 menjadi permulaan hari dalam satu bulan .
3.   Nama-nama hari dalam satu bulan menurut kelender batak adalah sebagai berikut :
1.      Artia
2.      Suma
3.      Angara
4.      Muda
5.      Boras pati
6.      Singkora
7.      Samisara
8.      Artian ni Aek
9.      Sumani magadap
10. Anggara sampulu
11. Muda ni mangadop
12. Boras pati ni mangadop
13. Singkora ni purnama
14. Samisara purasa
15. Tula
16. Suma ni holom
17. Anggara ni holom
18. Muda ni holom
19. Boras pati ni holom
20. Singkora maraturun
21. Samisara maraturun
22. Artia ni anggara
23. Suma ni mate
24. Anggara ni begu
25. Muda ni namate
26. Boras pati nagok
27. Singkora duduk
28. Samisara bulan mate
29. Hurung
30. Ringkar
Paretongan ari dibagasan sada bulan 29 ari dohot 30 hari marholang sada bulan…
4.      Buah hau Ara Sundung langit.
Buah hau Ara sundung dilangit sebanyak 12 menjadi permulaan banyaknya bulan (sipaha) dalam satu tahun, yaitu sipaha sada sampai sipaha sapulu dua, buah tersebut melambangkan banyaknya mesa atau zodiak disebut parmesan yaitu: suatu alat yang dingunakan untuk meramal terutama untuk menyakinkan apakah sesuatu hari yang dipilih benar-benar hari yang baik.
Parmesan dipakai dengan cara menggabungkan dengan alat peramal lainnya, misalnya dengan Hatiha dan Panggorda na Ualu, Nama-nama Zodiak adalah
1.      Mesa (Gemini)
2.      Marsoba (Taurus)
3.      Nituna ( Aries )
4.      Harahata (Cancer)
5.      Singa (Leo)
6.      Hania (Virgo)
7.      Tola (Libra)
8.      Mortiha (Scorpion)
9.      Dano (Sagitarius)
10. Morhara (Capricornus)
11. Marhumba (Aquaius)
12. Mena (Pisces)
pauk-pauk hudali, tu pago-pago tarugi
molo adong na tading, ta ulahi
molo sega, rap ta pauli

sumber : dari buku Budaya Batak