Jangan minta kepada Tuhan apa yang menurut Anda baik, tetapi mintalah kepada-Nya apa yang menurut Dia baik bagi Anda.

HORAS

HORAS

Wednesday, 14 January 2015

Mangungkap Hombung

MANGUNGKAP HOMBUNG 

Demikianlah orang Batak dahulu menamakan sebuah tempat penyimpanan mas, perak, intan, berlian dan harta pusaka lainnya. Hombung sejenis guci yang terbuat dari tanah liat di simpan dalam satu tempat yang tersembunyi di dalam rumah. Orangtua yang sudah lanjut usia ketika dia meninggal dan kemudian dikuburkan, ada sebuah acara yang dilakukan di rumah padamalam harinya.

Itulah yang disebut dengan mangungkap Hombung. Membuka tempat penyimpanan harta benda orangtua yang sudah meninggal tadi. Sejak menurut orang Batak setiap orangtua pasti mememberikan miliki sejumlah harta atas kerja keras dan perjuangan selama hidupnya dan itu akan diberikan kepada keturunannya atau Warisan yang telah dipersiapkan kepada Anak Cucunya hasil kerja kerasnya selama masa hidupnya.

Hula-hula dan orang tua serta kerabat dekat akan memulai pembicaraan untuk ungkap hombung ini. Sayang guci yang diharapkan tidak ada lagi, sebagai gantinya adalah sebuah tas, melambangkan hombung/guci tadi. Maka pihak keluarga (hasuhuton) memberikan uang secara simbolis kepada semua orang yang ikut dalam acara ini. Tradisi seperti ini tetap dipertahankan oleh bangsa Batak yang cinta akan budaya.